Uji Homogenitas


What

Adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih.[1] Digunakan untuk menguji apakah sebaran data dari dua varian atau lebih berasal dari populasi yang homogen atau tidak, yaitu dengan membandingkan dua atau lebih variansnya.[2] Berdasarkan penjelasan keduanya, dapat dikatakan bahwa pada dasarnya uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama.

Why

Uji homogenitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak dalam suatu populasi yang memiliki varians yang sama. Dengan demikian, data yang homogen tersebut dapat digunakan untuk proses analisis data pada tahap selanjutnya.

Uji homogenitas variansi (variance) sangat diperlukan sebelum kita membandingkan dua kelompok atau lebih, agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya perbedaan data dasar (ketidakhomogenan kelompok yang dibandingkan) namun berdasarkan penghitungan statistik yang ada.

  

Who

Uji hipotesis dilakukan oleh peneliti yang akan menguji suatu data dari sekumpulan data yang terdapat pada populasi yang dipakai sebagai sumber penelitian.

When

Uji homogenitas dilakukan apabila kelompok data yang ada dalam bentuk distribusi normal. Adapun uji homogenitas tidak perlu dilakukan apabila dua kelompok data atau lebih mempunyai varians yang sama besar sehingga data yang digunakan tersebut dianggap homogen.[3]

How

Untuk melakukan uji homogenitas, perlu dipertimbangkan hal berikut bahwa “we will determine if the observed proportions in each response category are nearly the same for all populations”.[4] Dalam artian tersebut, data-data yang dibandingkan harus memiliki kesamaan dari keseluruhan data yang diambil dari populasi tersebut.

Ada beberapa rumus yang digunakan untuk uji homogenitas variansi diantaranya: uji F, uji Harley, uji Cohran,uji Levene, dan uji Bartlett. Namun, pada umumnya penghitungan yang dilakukan untuk uji homogenitas banyak digunakan dengan uji bartlett dan uji fisher (uji –f), hal tersebut dapat dilihat pada bagan di bawah ini:[5]

Menurut Sutrisna, uji F dari Havley biasanya digunakan untuk menguji homogenitas sebaran dua kelompok data. Adapun uji Bartlett biasanya digunakan untuk menguji homogenitas lebih dari dua kelompok data.[6]

  1. Uji Homogenitas dengan Bartlet

Dapat dilakukan dengan menghitung statistik chi-kuadrat, sebagai berikut:[7]

uji homogenitas bartlet

Dengan harga satuan B diperoleh dari:

uji homogenitas bartlet satuan B

Dengan s (varians) diperoleh dari:

uji homogenitas bartlet varians

  1. Uji Homogenitas dengan Fisher (Uji – F)

Dengan cara menentukan varians terbesar dibanding varians terkecil. Uji homogenitas dengan Uji – F dapat dihitung dengan cara, sebagai berikut:[8]

uji fisher

Contoh Uji Homogenitas 2

 

 

SUMBER REFERENSI

Anon, “Uji Homogenitas” dalam http://www.statistikian.com/2013/01/uji-homogenitas.html (17 April 2015)

Edi Riadi, Metode Statistika: Parametrik & Non-Parametrik. Tangerang: Pustaka Mandiri, 2014

Johnson, Richard A and Gouri K. Bhattacharyya. Statistics: Principles and Methods. Madison: John Wiley and Sons, Inc .2010

Putu Sutrisna, “Uji Homogenitas Statistika Lanjut” dalam http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/uji-homogenitas-statistik-lanjut.html (17 April 2015)

Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, 2008

[1] Anon, “Uji Homogenitas” dalam http://www.statistikian.com/2013/01/uji-homogenitas.html (17 April 2015).

[2] Edi Riadi, Metode Statistika: Parametrik & Non-Parametrik, (Tangerang: Pustaka Mandiri, 2014), h. 101.

[3] Ibid., h. 101.

[4] Richard A Johnson and Gouri K. Bhattacharyya, Statistics: Principles and Methods, (Madison: John Wiley and Sons, Inc, 2010), h. 522.

[5] Edi Riadi, op.cit., hh. 102 – 104.

[6] Putu Sutrisna, “Uji Homogenitas Statistika Lanjut” dalam http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/uji-homogenitas-statistik-lanjut.html (17 April 2015).

[7] Putu Sutrisna, loc.cit.

[8] Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2008), h.120.

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 28 April 2015, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: