Generasi Sekarang Adalah Generasi Mobile tapi Individualistis


Awal mula akar pikiran saya sampai pada statement di atas adalah ketika kemarin sore (Selasa, 23 Oktober 2012) saya berjalan menuju pulang ke rumah saat baru memenuhi kebutuhan perut dan membeli beberapa kebutuhan lainnya untuk stok hari-hari ke depan di sebuh Supermarket terkenal di kota sebesar Jakarta. Saat itu, saya lihat hampir semua orang, tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, yang sedang berdiri-duduk-diam-berjalan-bahkan sambil mengendarai kendaraan bermotornya. Apa yang mereka lakukan??? hampir satu diantara kedua tangannya asyik memainkan gagdetnya, entah apa yang sedang mereka lakukan??? apakah browsing, membalas pesan singkat, atau memang menjadikan hal tersebut sebagai satu kebiasaan baru dalam beberapa tahun terakhir ini.

Dalam hati, ada keraguan dengan apa yang mereka lakukan… apa sebenarnya yang terjadi dengan negeri ini…??? banyak orang seakan menikmati kesendirian dan kesepiannya di tengah kerumunan bahkan keramaian kota sebesar Jakarta yang tidak pernah tidur sedetikpun dari aktifitas kehidupan sepanjang zaman.

Pada dasarnya, memang setiap kemajuan pastinya akan menyisakan satu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan adanya kemajuan tersebut. Kembali pada pembahasan sebelumnya, mengapa hampir semua orang (khususnya di kota sebesar Jakarta) semakin menikmati kesepian dalam kesendirian di tengah keramaian kota ini…? HANYA dengan seperangkat uppps salah satu perangkat gagdet entah itu MP3 Player, handphone, PC Tab, maupun perangkat gadget lainnya. Hal tersebut seolah disadari ataupun tidak, telah menggeser kebudayaan “ramah-sapa” dan “murah senyum” dari negara yang dibilang murah senyum (katanyaaaa….). Bahkan dengan keadaan dan kondisi yang ada di depan matapun seolah mereka entah cuek atau tidak tahu, sehingga tidak sedikit diantara mereka yang asyik dengan perangkat gadgetnya menabrak, jatuh, bahkan terpelanting karena perhatian dan matanya hanya fokus pada satu titik di depan mata. Bahkan hampir semua pandangan mereka menunduk ke bawah tetapi tidak sedikit diantara mereka yang tersandung oleh trotoar yang mereka lewati.

Satu hal yang menjadi titik perhatian saat ini dalam hati saya…. bahwa akankah kemajuan teknologi diiringi dengan perkembangan sumber daya manusia yang unggul dan bermutu…? Dengan kemajuan teknologi tersebut, apakah kita siap menerima dampak positif maupun negatif dari kemajuan tersebut???

Semoga coretan tak ada makna ini bisa menambah beban memori di dalam otak kita masing-masing serta dapat direfresh seiring hari yang berlalu….

Sumber gambar:

http://www.wartakotalive.com/upload/photo/2012/08/04/3d39d9f32f3375b32a1e012d0ef32de1.jpg

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 24 Oktober 2012, in info renyah and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: