Memajukan Jam Sekolah Mengganggu Psikologis Anak


Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan jam pelajaran sekolah dari pukul 07.00 menjadi 06.30 dapat memengaruhi psikologi anak. Selain akan banyak pelajar mengantuk, efek dari kebijakan itu dikhawatirkan dapat membuat ruangan kelas bakal kosong karena murid sering datang terlambat.

Kekhawatiran ini diungkapkan Ketua Forum Komite Sekolah SMP Se-DKI Slamet Riyadi, Ketua Forum Guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) DKI Suprijono, dan Ketua Departemen Pendidikan Dewan Harian Nasional 45 Kresna A Mangontan serta orangtua murid dan pelajar, Jumat (28/11). Mereka tidak sepakat dengan Pemprov DKI dan menilai keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak simpatik karena mengorbankan anak didik.

”Sejak kebijakan diumumkan, banyak keluhan orangtua murid yang masuk ke kami. Mereka tidak simpatik atas kebijakan Pemprov itu,” kata Slamet. Menurut dia, sebagian besar orangtua murid keberatan jika anaknya dikorbankan karena alasan kemacetan akibat ketidakmampuan Pemprov DKI mengurus kotanya.

”Orangtua masih bisa memberikan toleransi jika jam sekolah ditambah karena alasan menambah pelajaran dalam rangka kelangsungan pendidikan anak mereka. Bukan karena alasan kemacetan,” kata Slamet.

Mengantuk

Mangontan menjelaskan, ketika jam sekolah dimajukan, waktu bangun anak juga harus lebih pagi dari biasanya. Akibatnya waktu tidur anak berkurang. Karena dipaksa bangun lebih pagi, mereka mengantuk dalam kelas.

Jika kebijakan ini dipaksakan diberlakukan, kata dia, yang paling terasa berat adalah pelajar yang bersekolah di sekolah standar nasional (SSN) dan internasional (SSI). ”Setiap hari anak-anak ini pulang pukul 16.00 sampai pukul 17.00. Kalau mereka harus bangun lebih pagi lagi, sudah pasti mereka akan kecapean. Ujung-ujungnya tertidur di kelas,” papar Mangontan.

Slamet menjelaskan, dampak kebijakan itu tidak hanya dirasakan pelajar yang tinggal di pinggiran kota dan bersekolah di pusat kota saja. Pelajar yang tinggal di pusat kota juga kemungkinan akan mengalami hal yang sama, mengantuk di kelas. Misalnya, pelajar yang tinggal di Matraman dan sekolah di Grogol.

Suprijono mengatakan, selain mengantuk, kebijakan memajukan jam pelajaran membuat banyak pelajar bakal datang terlambat. Akibatnya, ruangan kelas bisa menjadi kosong.

”Masuk sekolah pukul 07.00 saja banyak siswa yang terlambat. Apalagi harus masuk pukul 06.30 Saya tidak bisa membayangkan, pasti banyak ruangan kelas yang kosong,” katanya.

Nurman, salah satu orangtua murid yang tinggal di Depok, mengatakan, selama ini anaknya yang bersekolah di salah satu SMAN di Mangga Besar harus berangkat pukul 04.30 dari rumahnya mengejar kereta pukul 05.00 di Stasiun Depok menuju Stasiun KA Juanda (tiba pukul 06.15). Selanjutnya, anaknya naik mikrolet menuju sekolah.

”Jika jam dimajukan, kasihan anak saya. Dia harus berangkat lebih pagi lagi,” ujar Nurman.

Clara, warga Ciledug, Kota Tangerang, yang bersekolah di SMP Tarakanita Jakarta mengkhawatirkan akan sering mengantuk dalam kelas jika jam pelajaran sekolah harus dimajukan.

”Sekarang saja, masuk jam 07.00 saya harus jalan dari rumah paling lambat pukul 05.15. Bagaimana kalau masuk pukul 06.30? Masak saya harus jalan dari pukul 04.30,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 21 November 2010, in Memajukan Jam Sekolah Mengganggu Psikologis Anak. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tergantung hasil didikan org tua sianak,kalau anak sekolah terlalu dimanja ,kapan mau maju.anak saya, sarapan blm selesai aja sudah minta buru2 diantar kesekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: