Merapi Meletus Hebat Sabtu Pagi


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Gunung Merapi kembali meletus Sabtu (6/11/2010) pagi. Pantauan Kompas.com, dari Cangkringan, Sleman, puncak Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel yang besar sekitar pukul 07.00. Awan berwarna hitam itu membumbung tinggi.

Terdengar dentuman beberapa kali dari puncak Merapi. Saat ini, warga berduyun-duyun turun ke arah selatan dengan truk, mobil bak terbuka, dan motor. Ikut pula dievakuasi hewan-hewan ternak. Relawan serta warga menutup jalan dan melarang masyarakat naik ke atas.

“Dari tengah malam sering keluar awan panas, tapi kecil. Pagi ini paling besar,” kata Yanto (32), salah satu relawan.

Puncak Merapi sendiri saat ini tetutup kabut tebal. Asap letusa membumbung ke atas. namun belum jelas ke arah mana abu vulkanik bergerak

Evakuasi Jenazah Tetap Dilanjutkan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim relawan tetap melakukan evakuasi jenazah korban wedhus gembel saat Gunung Merapi meletus Sabtu (6/11/2010) pagi. Dengan dua ambulans, tim mengevakuasi dua jenasah di Dusun Cakran, Wukirsari, Cangkringan, Sleman sekitar pukul 07.15 WIB.

Dua jenazah itu lalu dibawa dengan satu ambulans ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta. Satu ambulan lagi masih mencari jenazah lain. Seperti diketahui, korban paling banyak saat letusan hebat Jumat dini hari berasal dari Cangkringan.

Hingga saat ini, dentuman keras sesekali masih terdengar. Awan panas atau wedhus gembel terus menyembur dari dua lubang di puncak Merapi. Awan panas itu membumbung tinggi seperti letusan Kamis lalu. Warga Cangkringan masih berduyun-duyun turun ke bawah.

Merapi Masih Menyemburkan Awan Panas

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Gunung Merapi Sabtu (6/11/2010) masih menyemburkan awan panas sehingga warga diminta tetap waspada.

“Gunung Merapi masih terus menerus menyemburkan awan panas sehingga masih dalam status awas,” kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Surono, di Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

Menurut dia, Gunung Merapi hingga kini masih menyemburkan awan panas, sedangkan aktivitas kegempaan sejak Jumat pukul 00.00 WIB hingga Sabtu pukul 00.00 WIB nihil, baik gempa vulkanik, multiphase dan low frekuensi.

Absennya jenis-jenis gempa tersebut digantikan munculnya gempa tremor dan gempa guguran yang berlangsung secara berkesinambungan.

Dari pengamatan visual, petugas di semua pos pengamatan Gunung Merapi melaporkan sejak Jumat pukul 19:00 WIB hingga Sabtu pukul 00.00 Gunung Merapi tertutup kabut.

Mereka hanya mampu mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi. Suara tersebut terdengar jelas dari jarak lebih dari 20 km.

Aktivitas Gunung Merapi masih berintensitas tinggi. Untuk itu status masih tetap dipertahankan pada level IV atau awas Merapi dan awas lahar.

Wilayah aman bagi pengungsi Merapi masih berada di luar radius 20 km dari puncak Gunung Merapi.

Semburan Terlihat Jelas di Tlogowatu

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas terlihat dari Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (2/11/2010). Pagi ini, Gunung Merapi setidaknya menyemburkan sepuluh kali awan panas (wedhus gembel). Guguran pertama kali terjadi sekitar pukul 05.25 WIB.

KLATEN, KOMPAS.com – Gunung Merapi, Sabtu (6/11/2010) kembali meletus dan menyemburkan awan panas tinggi pada pukul 07.45. Letusan Merapi yang disertai suara gemuruh itu, dilaporkan, sangat jelas terlihat dari perkampungan warga di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menurut salah satu warga Dusun Remeng Kidul, Tlogowatu yang belum bersedia mengungsi, Sulagiman, letusan Merapi kali ini kira-kira hampir sama dengan letusan yang terjadi Kamis malam. “Di dusun ini terdapat lebih 10 warga yang masih bertahan, tapi kadang-kadang turun ke Kemalang untuk membeli makanan,” ujar Sulagiman.

Desa Tlogowatu, berada di bawah desa wisata Deles, Kemalang yang hanya berjarak 6-9 kilometer dari Gunung Merapi. Desa-desa disini diyakini warganya, aman dari terjangan lahar panas karena terlindung dengan adanya Gunung Bibi dan Gunung Kendil yang merupakan anak gunung barisan Merapi.

10 Jenazah Berusaha Dievakuasi

Seorang nenek terpaksa dievakuasi personel Kopassus setelah menolak meninggalkan rumahnya di Umbulharjo, Sleman.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim dari Kopassus dan relawan PKPU masih berusaha mengevakuasi jenazah di Dusun Ngepringan, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (6/11/2010). Informasi yang diterima warga, masih ada sekitar 10 jenazah yang belum dievakuasi.

Pantauan Kompas.com, awalnya, tim relawan dari PKPU mencoba melewati jalur beraspal mendekati dusun. Namun, kondisi mendekati dusun masih panas setelah letusan hebat kemarin. Sepatu beberapa relawan akhirnya sobek dan meleleh. Akhirnya, berdasarkan informasi warga, tim PKPU dibantu warga masuk menerabas hutan.

Tim masuk di saat Gunung Merapi terus menyemburkan awan panas atau whedus gembel. Awan panas itu membubung tinggi. Beberapa kali dentuman masih terdengar dari arah puncak Merapi. Semburan awan panas itu sudah terjadi sejak sekitar pukul 07.00.

Sebelumnya, dua jenazah telah dievakuasi di Dusun Cakran, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Dua jenazah itu lalu dibawa dengan mobil ambulan ke RSUD Sardjito Yogyakarta.

Disarikan dari : kaskus.us dan kompas.com

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 6 November 2010, in merapi kembali meletus. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: