Wadah Tepat, Makanan Sehat


Pangan yang aman dikonsumsi, selain mengandung nilai gizi, haruslah bebas dari bahaya biologi, bahaya kimia, serta benda fisik yang dapat merugikan kesehatan. Untuk itulah diperlukan wadah makanan yang tepat untuk menjamin keamanan dan kelayakan pangan.

Kebiasaan meletakkan makanan di tempat terbuka dalam waktu cukup lama juga akan menyebabkan rasa dan nilai gizi berkurang.

“Banyak vitamin yang tidak tahan atau sensitif pada faktor-faktor eksternal, seperti cuaca, udara, atau cahaya sehingga rasa dan aromanya berubah,” kata Prof.Dr.Made Astawan, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor.

Bahaya lain yang mengancam produk pangan adalah infeksi pangan dan intoksikasi pangan akibat bakteri atau mikroba. “Bila makanan sudah terinfeksi lalu tertelan dalam perut manusia, bisa menimbulkan gejala keracunan,” paparnya.

Untuk menjaga keawetan makanan, disarankan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tepat. “Menjaga masa pakai makanan tidak selalu harus dengan bahan pengawet. Wadah yang tepat juga akan memperlambat kerusakan bahan pangan,” urai Prof. Dr.Purwiyatno Hariyadi, pakar teknologi pangan dari IPB.

Wadah yang tepat juga akan mencegah kontaminasi serangga, mikroba, juga pengaruh cuaca. Kendati demikian, tidak semua wadah bisa dipakai untuk mengemas makanan.

“Yang paling utama adalah aman untuk makanan atau termasuk dalam food grade, tidak bersifat toksik, melindungi dari bau, mencegah kontaminasi, serta mudah dibuka dan ditutup kembali,” papar Purwiyatno dalam acara media edukasi mengenai Wadah Penyimpan Makanan yang Sehat dan Segar yang diadakan oleh PT.Lock & Lock Indonesia.

Saat ini penggunaan plastik telah mendominasi bahan pengemas makanan. Beberapa penelitian menunjukkan, bahan kimia plastik yang berbahaya antara lain bisphenol (BPA) dan phthalates. Wadah pangan juga idealnya kedap udara dan air.

Selain pemilihan wadah, menurut Purwiyatno, yang perlu diperhatikan adalah kondisi eksternal. “Suhu ruang dan kebersihan lingkungan tempat penyimpanan juga mempengaruhi keawetan pangan,” katanya.

Suhu yang dianjurkan untuk menyimpan makanan adalah kurang dari 5 derajat untuk menyimpan makanan dingin serta di atas 60 derajat celcius untuk makanan panas. “Suhu tersebut cukup aman untuk mencegah bakteri,” kata Made dalam kesempatan yang sama.

Sumber: Kompas.com

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 15 Juli 2010, in info renyah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: