Kecewa dan Maaf


Hari ini banyak orang yang telah saya buat kecewa, adapun  mengapa mereka dibuat kecewa sangat beragam sebab dan alasannya. Akan tetapi hampir semuanya adalah kesalahan dan karena saya masih belajar untuk bisa menepati janji yang telah disepakati sebelumnya…

Betapa susahnya menepati janji, apakah ini salah satu tanda orang munafik (diantara ketiga tanda2 orang munafik) yaitu apabila berjanji mengingkari, ya…. setidaknya walaupun dilaksanakan tapi masih belum bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. Alhasil, hanya kecewa dan putus asa yang didapat oleh orang yang saya janjikan sebelumnya.

Adapun sebab orang kecewa juga sangat beragam, bahkan adapula yang merasakan kecewa tanpa sebab yang pada dasarnya memang tidak dimengerti orang yang notabene sedang merasakan kecewa tersebut (tapi gx da maksud utk menyinggung perasaan sebagian apalagi banyak orang y….).

Betapa susahnya menepati sebuah kata yang memang sangat penting untuk diingat dan dipikirkan “Janji“. Ya, itulah mengapa kita sebagai orang yang tidak mau dikecewakan orang lain, setidaknya mau tidak mau juga tidak boleh mengecewakan orang lain pula. Namun, kembali kepada kodrat manusia sebagai tempatnya salah dan lupa, asal jangan dijadikan sebagai kambing hitam saja statement ini. Untuk mencapai sebuah kata yang banyak orang menginginkannya (setidaknya melalui statement yang lain “tepati janjimu, sekecil apapun itu”) yaitu  to be a wise man. Mungkin ini juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang kurang sepadan bila dibandingkan dengan isi dalam buku “Setengah Isi Setengah Kosong”nya Parlindungan Marpaung manakala kita memandang sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja (bijaksana dengan tepat janji), ini versi saya.

Alamiah memang, manakala terdapat sesuatu hal yang diluar apa yang kita inginkan maka akan muncul suatu perasaan hati yang memang apda umumnya orang banyak tidak inginkan, marah, benci, kecewa, ataupun perasaan lainnya yang sejenis dan masih banyak lagi….

Pertama yang saya lakukan adalah meminta maaf (klo sepenuh atau setengah hati, saya g bisa mengungkapkannya di sini) tapi yang jelas ungkapan pertama yang harus dilakukan oleh orang yang pernah melakukan suatu kesalahan adalah meminta maaf, dan kewajiban bagi orang yang dimintai maaf adalah memberikan kata maaf tersebut kepada orang yang meminta maaf tersebut. Karena memberikan maaf tidak akan mengeluarkan banyak biaya dan tenaga (betul gak????).

Please forgive me for all my faults all of you….

Whoseever you, once again please forgive me..

Okey Bos….


Sumber gambar:  http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/27182_8%20sumber.jpg

Sumber lainnye: http://kolomkita.detik.com/upload/maaf.jpg

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 3 Mei 2010, in renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: