Bahasa Inggris adalah “the way of life”


Terkait benar tidaknya dengan judul ini, pada saat search dan tanya banyak hal pada mbah Google saya temukan satu artikel yang menurut saya (lumayan) bagus (bukan karena saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris), tapi ya…. comment saya bagus….

Tapi yang mau kasih komentar mengenai isi artikel ni apakah menarik atau tidak, bagus atau buruk, lumayan atau tidak sama sekali…. yaa…. monggo Indonesia negara demokrasi kebebasan mengeluarkan pendapat sudah diatur dan dilindungi Undang-Undang, tenang saja asal…. jangan kebablasan nanti kena salah satu pasal yang ada di UU ITE.

Yang jelas demokratis oke, anarkis no way…

Silahkan dibaca dan selamat menikmati….

Pembelajaran di sekolah alam diberikan secara natural, baik teori maupun praktik, termasuk kemampuan berbahasa para anak didiknya. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Language Fair 2010 Khaira Fitmi di Sekolah Alam Indonesia (SAI), Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).

“Di sini Bahasa Inggris harus menjadi ‘the way of life’ anak-anak dan bukan sebagai pembelajaran untuk mendapatkan prestasi nilai berupa angka-angka. Ini pun kami terapkan secara pararel pada kemampuan Bahasa Arab mereka,” ujar Fitmi.

Fitmi mengatakan, tantangan pengelola sekolah alam adalah selalu membuat sesuatu yang baru dan menantang. Untuk itu, kata dia, jika tahun-tahun sebelumnya sekolah alam SAI fokus pada ‘story telling’ yang kemudian berganti pada ‘games‘, tahun ini mereka fokus pada ‘choral speaking’.

“Konsepnya adalah pembelajaran bahasa menggunakan media seni yang memadukan antara seni gerak dan paduan suara, bentuk utuhnya adalah sebuah pertunjukkan teatrikal,” ujar Fitmi. Selain itu, kata dia, SAI juga menerapkan metode ‘Rolling Book’. Yaitu, membiasakan siswa membaca buku cerita berbahasa Inggris bergambar untuk TK dan novel untuk siswa Sekolah Lanjutan. “Mereka membaca buku itu sendiri seminggu sekali, jadi selama sebulan mereka sudah baca empat buku. Ini untuk membangun ‘sense of english’ mereka dalam literatur,” ujar Fitmi.

Menurut salah seorang siswi Kelas 7 SAI, Salsa (13), pembelajaran bahasa yang difokuskan dan ditekan pada dirinya selama ini adalah keberanian berbicara. “Speak up, setiap saat kita harus berani ngomong dengan Bahasa Inggris, dan semua dilakukan tanpa ada tekanan, apalagi di sini tidak ada guru yang galak kalau kita salah,” tutur Salsa, yang ditugaskan membuat naskah drama berbahasa Inggris untuk dipentaskan bersama teman-temannya ini.

artikel ini murni bukan bikinan saya yang mau bukti silahkan klik link berikut ini….

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 19 Maret 2010, in education and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: