ASAM, BASA, DAN GARAM


BAB   I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari seiring perkembangan zaman dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks dan tidak kalah pentingnya betapa berharganya sebuah kata yang dinamakan dengan waktu. Melalui waktu individu akan melakukan banyak aktifitas beragam dalam waktu yang tentunya telah ditentukan baik oleh dia sendiri sebagai suatu target maupun oleh pihak lain yang menjadi tujuan tertentu. Adanya aspek waktu ini menuntut segala hal dilakukan dengan sesegera mungkin bahkan dalam satu kegiatan dapat dilakukan banyak aktifitas yang berlainan.

Implikasi dari hal di atas membuat para produsen kebutuhan sehari-hari untuk berpikir logis dan strategis dalam mengembangkan produknya. Adapun model-model yang berkaitan dengan satu kata instan saat ini sangat in dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. Guna menghasilkan suatu produk instan dan bermutu tak ayal para produsen seperti produsen makanan, kecantikan, maupun kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan MCK (sabun, shampo, dan sejenisnya). Untuk menghasilkan produk-produk instan seperti di atas dibutuhkan suatu perhitungan dalam hal pengolahan bahan sampai menjadi barang yang siap dipergunakan. Perhitungan demi perhitungan dilakukan, tak terelakkan lagi perhitungan kimia dalam menghasilkan produk bermutu, aman, dan ramah lingkungan sangat berperan dalam menghasilkan produk dimaksud.

Namun kenyataan yang ada banyak produsen nakal yang tidak memperhatikan dampak dan bahaya terhadap lingkungan yang ada mengenai produk yang kurang bahkan tidak ramah lingkungan, hasilnya banyak sungai tercemar oleh deterjen yang mengandung bahan berbahaya, maupun tanah yang tercemar oleh kemasan plastik yang tidak dapat diurai oleh bakteri pengurai yang ada di dalam tanah.

Implikasi selanjutnya, pengujian laboratorium baik secara kompleks maupun sederhanapun  dilakukan untuk menguji produk-produk kebutuhan sehari-hari untuk menentukan tingkat bahaya suatu produk tertentu tersebut.

B. Permasalahan

Beberapa pokok permasalahan yang menjadi titik tolak kajian dalam makalah sederhana ini, antara lain;

  1. Apa yang dimaksud dengan asam, basa, dan garam?
  2. Bagaimana asam, basa, dan garam mempengaruhi proses kehidupan manusia?
  3. Apa manfaat dari asam, basa, dan garam dalam kehidupan sehari-hari?

BAB   II

ASAM, BASA, DAN GARAM

A. Sejarah Singkat

Sekitar tahun 1800, banyak kimiawan Prancis, termasuk Antoine Lavoisier, secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier mendefinisikan asam sebagai zat mengandung oksigen karena pengetahuannya akan asam kuat hanya terbatas pada asam-asam okso dan karena ia tidak mengetahui komposisi sesungguhnya dari asam-asam halida, HCl, HBr, dan HI. Lavoisier-lah yang memberi nama oksigen dari kata bahasa Yunani yang berarti “pembentuk asam”. Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan oksigen dalam asam-asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, definisi oleh Lavoisier tersebut harus ditinggalkan.

Kimiawan Inggris pada waktu itu, termasuk Humphry Davy, berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen. Kimiawan Swedia Svante Arrhenius lalu menggunakan landasan ini untuk mengembangkan definisinya tentang asam. Ia mengemukakan teorinya pada tahun 1884.

Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Brønsted dari Denmark dan Martin Lowry dari Inggris masing-masing mengemukakan definisi protonik asam-basa yang kemudian dikenal dengan nama kedua ilmuwan ini. Definisi yang lebih umum diajukan oleh Lewis pada tahun yang sama, menjelaskan reaksi asam-basa sebagai proses transfer pasangan elektron.

B. Definisi

Asam

Istilah asam merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Saure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, antara lain;

(1) Arrhenius, menurut definisi ini asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air; (2) Bronsted-Lowry, menurut definisi ini asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius); (3) Lewis, menurut definisi ini asam adalah penerima pasangan elektron dari basa, definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi klorida.[1]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia asam diartikan sebagai suatu zat yang dapat memberikan proton, zat yang dapat membentuk ikatan kovalen dengan menerima sepasangan elektron.[2]

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut; rasa, masam ketika dilarutkan dalam air; sentuhan, asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat; kereaktifan, asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam; hantaran listrik, asam walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

Basa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia basa diartikan sebagai senyawa yang cenderung menyumbangkan sepasang elektron yang digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton.[3]

Adapun definisi lain yang termuat dalam wikipedia secara terperinci menyatakan bahwa;

Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. jadi kita menggunakan nama kostik soda untuk natrium hidroksida (NaOH) dan kostik postas untuk kalium hidroksida (KOH). Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.[4]

Basa memiliki sifat yang kontra terhadap asam, adapun sifat dari basa antara lain; mempunyai rasa pahit dan merusak kulit, terasa licin seperti sabun bila terkena kulit, dan dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru[5].

Garam

Natrium klorida (NaCl) adalah bahan utama garam dapur dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Natrium klorida (NaCl), bahan utama garam dapur adalah suatu garam.[6] Larutan garam dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah.

Garam diartikan sebagai suatu senyawa kristalin NaCl yang merupakan klorida dan sodium, dapat larut di air, dan asin rasanya; hasil reaksi asam dengan basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pada asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa.[7]

C. Asam, Basa, Dan Garam

Asam, basa dan garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam bersifat masam dan basa memiliki rasa yang agak pahit. Akan tetapi rasa sebaiknya jangan dipergunakan untuk menguji adanya asam atau basa, karena tidak dianjurkan begitu saja mencoba dengan indera perasa seperti lidah terhadap zat-zat kimia yang belum dikenal karena banyak diantaranya yang bersifat racun atau bersifat korosif.

Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang dikenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu. Sebaliknya, basa mempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa tidak dianjurkan untuk menguji adanya suatu kandungan terhadap asam dan basa, karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan. Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran.

Beberapa asam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam tabel berikut;[8]

D. Asam, Basa, Dan Garam Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut “pengawetasaman” (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

Asam merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah; asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan asam klorida. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pengilangan minyak, pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan untuk pembuatan asam lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen. Namun, sangat  disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di danau-danau dan aliran sungai. Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap HCl  dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia.

Banyak makanan dan minuman yang mengandung asam. Berbagai jenis buah seperti jeruk, lemon, nanas dan anggur mengandung asam sitrat dan asam askorbat yang lebih dikenal dengan sebagai vitamin C. Saus tomat dan cuka mengandung asam cuka ( asam asetat ). Minuman bersoda seperti coca cola, sprite, mengandung asam karbonat. Minuman seperti itu dibuat dengan melarutkan karbon dioksida ke dalamnya. Karbon dioksida bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3). Ketika botol dibuka, sebagian karbondioksida keluar sebagai gas.

Jaringan yang melapisi dinding lambung mengahasilkan asam klorida,, suatu asam yang sangat kuat. Getah lambung mempunyai pH antara 1-2. jika sepotong logam zink dimasukkan ke dalam logam klorida dengan kepekatan yang sama dengan kepekatan dalam lambung, ia akan segera larut. Asam klorida dalam lambung ini berfungsi untuk membunuh bakteri yang terdapat dalam makanan. Juga untuk menciptakan kondisi yang sesuai untuk memulai pencernaan protein.

PH tanah berkisar antara 4 hingga 8, tetapi kebanyakan antara 6,5 hingga 7,5. di daerah tanah kapur, tanah sedikit bersifat basa, sedangkan di daerah berpasir atau bergambut, tanah bersifat asam. Tanah liat biasanya bersifat asam. Untuk lahan pertanian atau perkebunan, tanah yang baik adalah tanah yang sedikit vasam,

yaitu pH antara 6,5 hingga 7. tanah yang terlalu asam dapat diolah dengan menaburkan batu kapur ( kalsium karbonat ) atau kapur, kalsium hidroksida.

Di laboratorium kimia, misalnya laboratorium sekolah dan laboratorium farmasi sudah pasti terdapat berbagai jenis asam, seperi asam klorida (HCl), asam sulfat (H2SO4), asam fosfat (H3PO4), asam nitrat (HNO3), dan asam asetat (CH3COOH). Asam di laboratorium kimia diperlukan untuk membuat suasana asam dalam larutan, menetralkan yang bersifat basa, atau untuk mereaksikan dengan zat lain.

Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa,diantaranya; deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida, Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa  tepung kristal putih yang mudah larut dalam air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat,  sehingga sangat mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak digunakan sebagai pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.

Gabungan ion sisa asam (anion) dan sisa basa (kation). Rasa garam tidak harus asin seperti rasa garam dapur. Jika garam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, garam akan bersifat asam. Sebaliknya, jika garam terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, garam akan bersifat basa. Garam akan bersifat netral jika terjadi dari basa kuat dan asam kuat.

Untuk lebih memudahkan dalam hal mempelajari secara sederhana apa itu asam, basa, dan garam di bawah ini saya lampirkan file ppt dan flash mengenai ketiga hal di atas.

Asam, basa, dan garam (ppt)

Asam, basa, dan garam


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Asam

[2] Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). h. 68

[3] Tim Penyusun, KBBI, op. cit, h. 110

[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Basa

[5] http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam,_Basa,_Garam

[6] Ibid.

[7] Tim Penyusun, KBBI, op. Cit, h. 335

[8] http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/asam_dan_basa/sifat-sifat-asam-basa-dan-garam/

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 13 Maret 2010, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: