Sekolah Inklusif, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus


Pendidikan Inklusif
Sekolah yang menerapkan pendidikan inklusif terbagi dalam dua jenis: (1) Sekolah Biasa/ Sekolah Umum yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus, (2) Sekolah Luar Biasa/ Sekolah khusu yang mengakomodasi anak normal. Sekolah ini sudah melalui proses seleksi dengan memiliki kesiapan baik kepala sekolah, guru, orangtua, peserta didik, tenaga administarasi , dan lingkungan sekolah/masyarakat.

Penjelasan Sekolah Inklusif (bagian 1).
Penjelasan Sekolah Inklusif (bagian 2).

Sentra Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus
Sentra Pendidikan dan Pendidikan Layanan Khusus merupakan bentuk pengembangan dari satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa yang merupakan model pendidikan inklusif, karena didalamnya terdapat layanan khusus dan pendidikan layanan khusus , sentra PK dan PLK mengembangkan pendidikan berbasis TIK, keterampilan khusus, kelas inklusif, kelas CI-BI, kelas PLK, serta terdapat perpustakaan dengan layanan Digital Library, taman bacaan, teknik terapi dan pelatihan. Melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi dan Keterampilan, Lembaga Pendidikan, dan terdapat kios – kios untuk memasarkan hasil karya siswanya.

Pendidikan Khusus
Pendidikan khusus merupakan bentuk layanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Program penyelenggaraan pendidikan khusus difokuskan bagi anak – anak yang menyandang ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, korban narkoba dan HIV/AIDS, autism dan lambat belajar) yang mengikuti program pembelajaran pada sekolah luar biasa, pendidikan khususpun dilaksanakan bagi anak – anak yang memiliki kecerdasan istimewa atau sekolah penyelenggara program akselerasi sekolah umum.

Pendidikan Inklusif
Pendidikan ini merupakan pendidikan bagi semua peserta didik tanpa terkecuali dalam mengakses pendidikan, baik bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus (tunanetra, tunarungu, tunagrahita ringan, autisme lambat belajar dan tunalaras) dan anak – anak yang memiliki keberbakatan istimewa, berkecerdasan istimewa serta anak – anak yang termajinalkan, kurang beruntung atau tidak mampu dari segi ekonomi pada sekolah/lembaga penyelenggara pendidikan terdekat baik sekolah umum maupun sekolah khusus/SLB. (Education for all).

Program pendidikan layanan khusus

Program ini merupakan pendidikan bagi semua peserta didik yang dalam pelayanan pendidikannya memerlukan kekhususan sesuai dengan keberadaan serta karakteristik peserta didik seperti pelayanan pendidikan bagi peserta didik/anak – anak korban sosial, bencana alam, anak jalanan, anak pemulung, anak pelacur/pelacur anak, pekerja anak, anak – anak yang berada di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat/terpencil, etnis minoritas, transmigrasi/atau kelompok anak yang termajinalkan, program ini dapat dilaksanakan baik dari/oleh sekolah, yayasan/lembaga pendidikan/LSM atau lembaga lain yang peduli dengan pendidikan bagi anak usia sekolah tersebut.

UU Sisdiknas tahun 2003 Pasal 32, ayat 1 untuk anak yang memerlukan Pendidikan Khusus.

  1. Tunanetra
  2. Tunarungu, tunawicara
  3. Tunagrahita: ringan (IQ = 50-70), sedang (IQ = 25-50), dan Down Synrome
  4. Tunadaksa: ringan, sedang
  5. Tunalaras (Dysruptive), HIV AIDS dan narkoba
  6. Autis, Sindroma Asperger
  7. Tunaganda
  8. Kesulitan Belajar/Lambat Belajar (a.l. Hyperaktif, ADD/ADHD), Dysgraphia/Tulis, Dyslexia/Baca, Dysphasia/Bicara, Dyscalculia/Hitung, Dyspraxia/Motorik)
  9. GIFTED : Potensi Kecerdasan Istimewa (IQ = Very Superior) dan TALENTED : Potensi Bakat Istimewa (MULTIPLE INTELLIGENCES : Language, Logico-mathematic, Visuo-spatial, Bodily-kinesthetic Musical, Interpersonal, Natural, Intrapersonal, Natural, Intrapersonal, Spiritual) & INDIGO.

UU Sisdiknas tahun 2003 pasal 32, ayat 2 untuk anak yang memerlukan Pendidikan Layanan Khusus.

  1. Anak – anak yang berada pada daerah terbelakang/terpencil/pedalaman/pulau – pulau, anak TKI di DN/LN, beberapa SILN (sekolah Indonesia di Luar Negeri), transmigrasi.
  2. Anak – anak yang berada pada masyarakat etnis minoritas terpencil.
  3. Anak – anak yang berada pada area/wilayah pekerja anak, pelacur anak/trafficking, lapas anak/anak di lapas dewasa, anak jalanan, anak pemulung/pemulung anak.
  4. Anak – anak yang berada pada tempat pengungsi karena bencana (gempa, konflik).
  5. Anak – anak yang berada pada kondisi yang miskin absolut.

Informasi melalui Brosur

Sumber: http://www.depdiknas.go.id/

Iklan

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 26 Februari 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: