PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH


A. LATAR BELAKANG

Teknologi informasi dan komunikasi atau yang biasa disebut dengan istilah TIK merupakan hal lumrah yang biasa kita dengar di telinga kita, kita lihat dan saksikan dengan mata kita, dan kita gunakan dengan indera kita. Keberadaan TIK saat ini telah membantu proses kehidupan manusia dalam menjalankan peran maupun dalam kegiatan sehari-hari. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, TIK juga seolah-olah seiring sejalan ikut berkembang menyesuaikan ilmu pengetahuan yang berkembang. Bahkan, banyak sektor kehidupan yang dapat dikatakan telah terikat dengan penggunaan TIK sebagai  komponen pendukung bahkan sebagai komponen utama untuk menjalankan kewajiban dan tidak dapat terikat dengan TIK sebagai komponen utamanya. Sebagai contoh, penggunaan perangkat lunak yang membantu menentukan sidik jari seseorang melalui alat semacam finger-scan. Alat tersebut merupakan satu diantara ribuan alat lainnya yang merupakan produk TIK yang saat ini telaj berkembang dan menjadi bagian dari proses kehidupan manusia.

Dalam berbagai kehidupan, tidak sedikit kemampuan dan pekerjaan kita yang tidak dapat terlepas dari perangkat yang merupakan wujud dari TIK. Satu diantaranya adalah sektor pendidikan yang banyak memanfaatkan TIK sebagai komponen tak terpisahkan pada proses pendidikan di sekolah saat ini. Tidak sedikit kalangan aktifis dan praktisi maupun pelaksana pendidikan menyakini bahwa mutu dan hasil proses pendidikan yang bermuara pada proses pembelajaran saat ini akan sangat tergantung pada penggunaan TIK sebagai bagian integral di dalamnya. TIK banyak dimanfaatkan untuk mendukung pada proses pembelajaran di kelas agar dapat peserta didik dapat mendapatkan berbagai informasi yang akan tersimpan di dalam memori jangka panjangnya (long-therm memory).

Dengan memanfaatkan TIK pada proses pembelajaran setidaknya, dapat dikatakan hal ini merupakan bentuk adaptasi atas perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini. Menggunakan dan menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan melalui produk ilmu tersebut dalam bentuk TIK akan membantu manusia berkembang dan berpikir maju serta berkembang. Atau dapat dikatakan bahwa hal ini bukan lagi sebagai generasi yang out of date (ketinggalan zaman) tetapi sebaliknya yaitu selalu up date akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemanfaatan TIK pada proses pembelajaran di sekolah saat ini banyak digunakan untuk membantu pendidik dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran yang memang membutuhkan komponen pembantu melalui media yang relevan. Dalam hal ini TIK cenderung lebih banyak berperan sebagai alat bantu/media dalam proses pembelajaran di kelas. Memang tidak sedikit dalam membantu proses pendidikan di sekolah, selain sebagai media TIK juga banyak digunakan untuk mengolah data sekolah melalui administrasi sekolah maupun pengolahan nilai ataupun sebagai komponen tidak terpisahkan dalam merencanakan dan mengelola suatu kondisi di dalam kelas.

Kenyataan yang ada di lapangan saat ini, tidak sedikit sekolah yang masih kesulitan dalam mengadakan dan melaksanakan proses pembelajaran yang up date melalui pemanfaatan TIK pada proses pembelajaran. Banyak kendala yang dialami ketika melaksanakan proses pembelajaran berbasis TIK. Adapun kendala tersebut juga berasal dari banyak faktor mulai dari kesiapan sumber daya manusia (pengguna), keterbatasan biaya untuk membeli dan mengadakan peralatanyang berbasis TIK, maupun sumber daya lain seperti kesediaan pelaksana pendidikan di tingkat sekolah dan sejenisnya. Dengan memegang prinsip tersebut, sekolah yang berhaluan pada proses pembelajaran yang menganggap pendidik adalah segalanya, maka di sinilah proses penurunan daya dan kualitas pendidikan akan dilaksanakan. Implikasi yang ada, siap tidak siap pemangku kepentingan khususnya sekolah sudah seharusnya membuka diri terhadap arus perkembangan dan penggunaan TIK yang seharusnya dapat membantu dan mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. Selain itu, keberadaan TIK juga akan meningkatkan motivasi dan minat belajar tiap siswa dengan banyaknya ragam materi dan model pembelajaran yang dipelajarinya dan sesuai dengan keinginan maupun perkembangan psikologis tiap-tiap siswa khususnya di tingkat sekolah dasar.

 

B. PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, maka pokok-pokok permasalahan mengenai teknologi, informasi, dan komunikasi yang dibahas pada makalah ini, antara lain;

1.    Apa yang dimaksud dengan TIK?

2.    Bagaimana peranan TIK dalam membantu proses pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya di sekolah?

3.    Bagaimana sikap dan langkah kita sebagai pendidik menyikapi dampak yang terjadi atas pemanfaatan TIK pada proses pembelajaran di sekolah?

 

C. TUJUAN PENULISAN

Saat ini TIK merupakan sesuatu yang sangat familiar di segala sektor kehidupan kita. Adanya makalah yang sederhana ini diharapkan dapat dijadikan sumbang saran dan pikiran terhadap proses perkembangan maupun pola pikir yang berkembang hubungannya dengan TIK sebagai komponen yang tidak terpisahkan pada proses kehidupan manusia dewasa ini. Masih banyak kalangan salah menilai  atas keberadaan TIK yang membantu proses kehidupan dengan menggunakan sudut pandang masing-masing secara subjektif sehingga dengan adanya makalah ini mudah-mudahan hal yang demikian dapat diluruskan dan dijadikan titik terang tentang TIK ini. Proses pembelajaran di sekolah cenderung lebih optimal manakala dibantu dengan perangkat tambahan seperti media dan alat bantu lainnya khususnya yang berbasis TIK. Oleh karenanya semoga pengetahuan sederhana di dalam makalah ini dapat membantu hal tersebut di atas.

 

D. PENGERTIAN

TIK merupakan bentuk kepanjangan teknologi, informasi, dan komunikasi. Ketiganya memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Namun, ketiga kata tersebut bila dipisah satu dengan lainnya memiliki makna yang berbeda. Teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekelilingnya secara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia, Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda da pat disebut teknologi.

TIK sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Teknologi informasi juga dapat dikatakan sebagai suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Terdapat beberapa pengertian yang dijabarkan oleh para ahli, diantaranya sebagai berikut;

Menurut Eric Deeson, “Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”. Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)    mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Dari kedua penjelasan tentang pengertian TIK dapat disimpulkan bahwa      teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.

Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data/informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

 

E. KEBERADAAN TIK SEBAGAI KOMPONEN PENDUKUNG PROSES PENDIDIKAN DI SEKOLAH

Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.

 

F. PEMANFAATAN TIK PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Pada umumnya penggunaan TIK saat ini cenderung lebih banyak digunakan dari segi manfaatnya sebagai alat bantu/media bukan sebagai sumber pada proses pembelajaran di sekolah. Namun, tidak sedikit pula yang memanfaatkan TIK sebagai sumber dan menggantikan peran guru sebagai penyampai materi dan menggantinya dengan keberadaan TIK seperti dalam bentuk CD pembelajaran, electronic book (e-book). Berikut terdapat dua implementasi TIK yang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah.

1.        Buku Elektronik

Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.

 

2.        E-learning

Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.

 

3. Media Pembelajaran Berbasis TIK

Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media  yang dipergunakan dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah komputer dan LCD proyektor.

Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai  (media by utilization) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media komputer dan LCD proyektor merupakan media rancangan yang mana di dalam penggunaannya sangat diperlukan rancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras (hard ware) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit komputer lengkap yang sudah terkoneksikan dengan LCD proyektor. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran yang banyak mengandung materi teoretis seperti Pendidikan Kewarganegaraan dan sejenisnya.

 

G. KESIMPULAN

TIK banyak digunakan dan dimanfaatkan untuk membantu proses kehidupan manusia dalam menjalankan dan mempermudah aktifitas dan tugas mereka. Banyak sektor kehidupan yang tidak terlepas dari keberadaan TIK yang merupakan hasil dari olah pikir dan perkembangan manusia saat ini.

TIK terdiri dari dua istilah secara harfiah yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Di sekolah, penggunaan dan pemanfaatan TIK sangat beragam dan variatif. Hal ini dapat dilihat dari dua segi penggunaannya. TIK sebagai sumber pembelajaran yang berbentuk buku (elektronik book) dan (electronic learning), ataupun wujud lainnya secara fisik seperti CD dan DVD pembelajaran. Keduanya merupakan bentuk/produk TIK yang berfungsi sebagai sumber pembelajaran siswa di kelas. Selain sebagai sumber, TIK juga banyak digunakan sebagai alat bantu/media pembelajaran yang membantu proses pembelajaran di kelas. Contoh bentuk pemanfaatanTIK sebagai alat bantu proses pembelajaran adalah LCD proyektor dan perangkat komputer ataupun laptop yang digunakan sebagai alat pemutar media pembelajaran dari piranti lunak seperti CD dan DVD pembelajaran yang banyak kita temukan di berbagai tempat dengan mudah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Iif Khoiru dan Sofan Amri. Strategi Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional. Jakarta: Prestasi Puskataraya, 2010

Haryanto, Edy. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008

http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan. html

http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi

http://rindupulang.blogspot.com/2008/02/pemanfaatan-teknologi-informa si-dan.html

http://www.e-dukasi.net/artikel/index.php?id=43

http://www.e-dukasi.net/artikel/index.php?id=74

http://www.kamadeva.com/index-menu-news-newsid-tiduniapendidikan.htm

 

About muhammad fajri

manusia hidup untuk berusaha, dengan berusaha manusia akan hidup dan dengan berusaha pula manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain

Posted on 9 April 2011, in TIK Pada Proses Pembelajaran and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.120 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: